Jumat, 02 Juli 2010

Sejarah Vespa Kongo - sang Vespa Perdamaian

Perang yang berkecamuk di benua Afrika dalam dekade 1960'an memberikan dampak yang irasional terhadap popularitas Vespa khususnya di tanah air tercinta ini. Sebagai bagian dari kepedulian Bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia, maka setelah berakhirnya Perang Congo (negara ini beberapa kali berganti nama Congo, Zaire, Congo) tanggal 31 Juli 1960 PBB mendaulat Republik Indonesia untuk mengirimkan pasukannya guna menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Negara Congo. Wujud kepedulian yang tinggi Bangsa Indonesia mengutus pasukan terbaiknya ke Congo dengan sandi Pasukan Garuda Indonesia.
Setelah tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian diselesaikan, Pasukan Garuda Indonesia menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia, dimana salah satunya berupa Vespa. Beberapa sumber mengatakan bahwa untuk Vespa yang berwarna hijau 150 cc ditujukan bagi tentara yg lebih tinggi tingkat kepangkatannya, sementara yang berwarna kuning dan biru 125 cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah. Selain itu guna melengkapi jati diri atas Vespa dimaksud juga di sematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan, pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya.

Seiring dengan perjalanan waktu maka mulailah sebuah evolusi kepunahan atas Vespa Congo di tanah air terjadi. Banyak sebab yang menjadikan hal tersebut terjadi, seperti telah dijualnya Vespa dimaksud oleh pemilik aslinya atau ada beberapa bagian yang rusak berat sehingga sangat sulit untuk diperbaiki. Hal ini mengingat terbatasnya jumlah Vespa jenis tersebut yang disebabkan keberadaannya juga sangat signifikan dengan jumlah tentara kita yang menerima. Walaupun penulis pernah menemui Vespa jenis tersebut yang bukan milik Pasukan Garuda Indonesia (sepertinya pernah juga Vespa jenis tersebut masuk ke Indonesia melalui importir Vespa waktu itu ), namun tetap saja pasokan akan suku cadang maupun hal-hal lain yang menyertainya, seperti spakbor depan atau speedo meternya sangat minim tersedia. Tidak demikian halnya dengan Vespa jenis lain yang masih banyak diproduksi walaupun oleh rumah produksi lokal.

Dengan kondisi tersebut di atas maka Vespa Congo mulai masuk daftar sebagai salah satu The Most Wanted Vespa in Indonesia, yang dijadikan tunggangan scooteris maupun sebagai barang koleksi bagi kolektor Vespa.
Saudara Kandung Vespa Congo

Salah satu keunikan Vespa Congo adalah Vespa jenis tersebut tidak diproduksi oleh Italy melainkan oleh German. Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras dari pada Vespa bulat umumnya, Vespa Congo memiliki tingkat kelengkapan lebih dari pada Vespa made in Italy yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T). Vespa Congo adalah bukti penetrasi scooter produk Italy yang merambah dunia. Untuk dapat mengetahui hal ini dapat dimulai dari perkembangan Vespa di German.

Jacob Oswald Hoffmann adalah pemilik pabrik sepeda di Lintorf, sebuah kota yang terletak di Utara Dusseldorf. Dia membangun sendiri pabrik tersebut dengan membeli sebidang tanah yang diatasnya telah berdiri beberapa gedung bekas pabrik pacul/cangkul setelah berakhirnya perang. Suatu ketika pada awal 1949 ia mendapati beberapa foto vespa hasil jepretan wartawan berada diatas meja kerjanya. Dari sini ada perbedaan yang fundamental, kemudian Hoffman mencari tahu lebih banyak mengenai objek foto tersebut.
Kesempatan datang saat di Frankfurt Show, dimana Hoffmann dan Vespa bertemu langsung untuk pertama kalinya. Dari sana kemudian Hoffmann berkeinginan membangun pabrik Vespa di Lintorf. Ia kemudian mengajukan kepada Piaggio untuk diberikan lisensi membangun Vespa bagi pasar German.

Piaggio sangat mendukung permintaan Hoffmann tersebut. Mereka kemudian melihat secara langsung kemungkinan akan pasar Vespa di German dan mendapatkan bahwa Vespa dapat diterima oleh pasar German. Langkah berikutnya adalah mereka mengadakan pendekatan kepada beberapa importir, akan tetapi para importir tersebut tidak ada yang berminat. Penundaan ini diminimalisir dengan mempercepat penandatanganan kesepakatan kerjasama diantara keduanya, dan mulailah Hoffmann sebagai pemilik lisensi utama atas produk Vespa untuk seluruh German Barat juga sebagian pasar Vespa di bagian Utara negara tersebut dan berhak atas export ke Belanda, Belgia serta Denmark. Pertanggung jawaban penjualan untuk wilayah bagian Selatan negara tersebut ditangani oleh Vespa Marketing GmbH di Frankfurt.

Vespa ternyata cepat populer di German, media massa mengangkatnya sebagai produk yang inovatif dan stylis serta memuji Piaggio atas ciptaanya berupa kendaraan transportasi roda dua yang sangat menarik. Tahun 1953, pabrik Hoffmann telah memproduksi lebih dari 400 unit Vespa setiap minggunya. Akan tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya angka produksi menurun hingga setengahnya. Dalam kondisi perekonomian German yang tidak menguntungkan tersebut, Hoffmann percaya akan jalan keluarnya yaitu tetap pada jalur kompetisi dan ia menciptakan Vespa dengan performa yang lebih bagus.

Kemudian ia menciptakan Vespa dengan sebutan model Konigin yang terlihat gagah dengan ditambahkan sentuhan chromm serta lampu depan dan lain sebagainya. Biaya pengembangan Konigin ternyata sangat mahal, dan membahayakan kondisi keuangan Hoffmann. Pembuatan scooter jenis baru lainnya juga menjadikan kerjasama antara Hoffmann dengan Piaggio terputus, memasuki awal tahun 1955 kongsi keduanya bubar.
Piaggio kemudian menjalin hubungan dengan Messerschmitt Co., yang kemudian mengeluarkan produksi Vespa pertama di tahun 1955. Mereka mengeluarkan dua model yaitu 150 Touren dan GS yang diklaim lebih dahsyat. Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957.

Setelah itu berdirilah Vespa GmbH Augsburg, perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt. Kedua model yang dibuat saat kongsian dengan Messerschmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan scooter dan produksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Pada kelanjutannya German kemudian mengimpor Vespa langsung dari Italy.

Dari uraian tersebut di atas dimanakah saudara kandung Vespa Congo kita sebenarnya? Ada beberapa hal yang patut diperhatikan disini yaitu, pertama dari sisi tahun kerjasama antara Piaggio dengan beberapa perusahaan di German dan kedua dari sisi tahun serta nomor produksi yang menyertai Vespa Congo itu sendiri. Dari penulusuran penulis terhadap beberapa Vespa Congo yang ada berdasarkan tahun keluaran dalam BPKB adalah tahun 1958 hingga 1963, hal ini sangat sinkron apabila dikaitkan dengan selesainya tugas Pasukan Garuda Indonesia saat menjadi pasukan penjaga perdamaian di Congo. Untuk kurun waktu tersebut maka kerjasama antara Piaggio dengan Hoffmann tidak masuk hitungan. Hal ini disebabkan kongsian keduanya bubar di tahun 1955 dan produk dari kerjasama itupun berbentuk Vespa dengan model stang sepeda dan menggunakan Fender Light. Kerjasama kedua Piaggio di German bersama Messerschmitt. Dari kerjasama inilah keluar produk Vespa GS yang sering disebut di Indonesia GS versi German dan 150 Touren yang merupakan cikal bakal Vespa Congo kita, akan tetapi kongsian itupun tidak bertahan lama karena di tahun 1957. mereka bubar. Namun pengembangan GS dan 150 Touren terus berlanjut, saat Piaggio kerjasama dengan Martial Fane Organization dengan mendirikan Vespa GmbH Augsburg 1958, dari kerjasama inilah kemudian lahir apa yang kita sebut sebagai Vespa Congo

Minggu, 30 Mei 2010

Cah Kangkung Udang for The Champion

Ketemu lagi di minggu ke dua Cooking Contest..
Sebenarnya td pagi gak punya rencana buat masak soalnya hari ini mau pergi ke rumah temen di Lawang. Ngelihat bapak yang bersemangat belanja di pasar, membuatku berubah pikiran. Akhirnya kuputuskan masak Cah Kangkung.  Biar lebih yahud aku tambahin udang (cara jitu sang penggemar udang=) hehe..Lauk pendampingnya tahu Bulet favorit Bapak.


Minggu, 23 Mei 2010

Cooking Contest Part One : Chicken Soup for The Painters's Soul


Libur telah tiba..libur telah tiba..masak-masak!!hore...

Pagi ini kesampean juga niat pengen belajar masak, itung-itung usaha buat jadi anak rumah tangga yang baik..hehe Awalnya pengen masak Sup Ayam, lauknya pake Perkedel n Sarden Goreng Balado, tapi imanku goyah, kayaknya bakal sedikit ribet akhirnya Perkedel-nya diganti tempe aja deh..(nyari yang gampang =p)
tempe goreng vs sarden goreng balado









Selamat makaaaaaaaaaaaaan....

Makan yang lahap ah (rasa nomer sekian, haha) itung-itung menghargai hasil karya sendiri..Wah..kirain bakal cuman dimakan berdua ama ebes, soalnya adek lagi lomba di Surabaya, ternyata ama ebes di suguhin juga buat sarapan pagi tukang-tukang yang lagi benerin rumah..(padahal tadi katanya tar aja dikasih makan siang, jadi rencananya mau aku beliin). haha malu, sopnya kurang asin dikit..(pertanda masih lama dek nikahnya =( wekekek

Abis makan lanjut membanting tulang (kurang kerjaan banget tulang dibanting) nyelesein pesenan sepatu lukis..makanya sup yang ngasih energi, aku kasih nama "Chicken Soup for The Painters's Soul"..maksaaaaaaaa...=)

Sabtu, 22 Mei 2010

"Piaggio Kodok" (vespa kongo vs honda scoopy)

...you may say i'm a dreamer....but i'm not the only one...(imagine)

Selama nafas masih berhembus, pikiranku tak henti-hentinya dipenuhi mimpi begini..mimpi begitu..banyaaaak sekali!! Setiap kali impian-impian itu hidup di sana, membuatku hampir gila memikirkannya..(lebai,hihi)

one of my dreams will come true..yes!!(loncat-loncat..nari-nari..guling-guling..)

setelah sekian lama aku hanya mampu memandang miniaturnya di atas meja kamarku, kini aku akan memilikinya..

satu-persatu inginku berlarian, melesat cepat hingga kata tak sanggup merangkainya..hanya membayangkannya saja aku sudah bahagia..

my vespa ............................................................................................................

Tapi masih bingung nih, abis kemaren dapet rekomendasi (baca:diracuni,hihi) dari temen sesama pencinta. Kabarnya honda juga bakal ngeluarin produk baru matic "scoopy" yang bentuknya asyik juga,mirip-mirip ama vespa kongo..hmmm,tapi feel-nya beda deh..sekali vespa tetep vespa..hidup vespa!!!
scoopy VS kongo

Minggu, 02 Mei 2010

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Sudahkah Anda Menontonnya?? buruuuuan ...

Satu lagi film karya anak negeri yang patut diacungi jempol. Sangat disayangkan bila kita melewatkannya.  Aku benar-benar terpesona dengan film ini. Sarat akan pesan moral. Menggambarkan salah satu sisi negeri "yang unik" ini. Ketika selalu dihadapkan pada suatu keadaan yang membutuhkan suatu kebijaksanaan tingkat tinggi dari pelakunya. Memandang dari sisi-sisi yang berlainan. 

Beberapa adegan membuatku menitikkan air mata. Termasuk adegan pada akhir cerita yang menurutku dibuat sangat special. Begitulah negeri ini, masih "indah" diwarnai berbagai masalah serta hingga kini belum juga kulihat ujungnya..



Resensi Film Betapa Lucunya (Negeri Ini)
-sumber:www.21cineplex.com-

Sejak lulus S1, hampir 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun selalu gagal tetapi Muluk tidak pernah berputus asa

Pertemuan dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkan kepada bosnya bernama Jarot. Muluk kaget karena di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet yang pekerjannya adalah mencopet

Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka

“Usaha yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau merubah profesi mereka. DIbantu dua rekannya yang juga sarjana, Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, budi pekerti dan kewarganegaraan

Berhasilkah mereka mendidik anaka-anak tersebut?

Apa yang terjadi jika orang tua Muluk mengetahui bahwa gaji anaknya dari hasil mencopet?

Jenis Film : Comedy Satire
Produser : Zairin Zain
Produksi : Citra Sinema
Pemain : Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan , Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia 

Sutradara : Deddy Mizwar

Penulis : Musfar Yasin 

HARGA SEBUAH IMPIAN

"Pepatah mengatakan pena lebih ampuh daripada pedang dan gagasan bisa mengubah dunia.Buku ini indah menggambarkan hati, jiwa, dan semangat para penulis. Saya sendiri pernah mengalami banyak kisah yang mengagumkan seperti ini." (Dr. Stephen R. Covey- pengarang The 7 Habits of Highly Effective People)


Chicken Soup for the Writer’s Soul


Perkenalanku dengan buku ini mungkin bisa dikatakan cukup terlambat. Aku baru menemukannya setelah tiga tahun buku ini dicetak untuk pertama kalinya.

Sebelum menceritakan isinya, aku ingin berbagi cerita perjuangan untuk mendapatkan buku ini.

Ketika pertama melihatnya, sekitar setahun yang lalu, di Toko Buku Gramedia Citra Land, aku jatuh hati padanya. Namun kesalahan terbesarku waktu itu adalah aku menunda untuk memilikinya. Namun kusadari dia telah singgah di hati selalu memanggil untuk menjadi bagian hidupku.

Karena waktuku di Jakarta saat itu terbatas, aku tak sempat lagi menemuinya di tempat pertama kali kita bertemu. Aku mulai mencari dia yang lain di Mall Taman Anggrek, Book Fair di Senayan, namun aku tetap tak menemukannya. Sampai tiba waktunya aku harus kembali ke Malang. Bukan berarti kepergianku mengubur semua rasaku padanya. Di Kota Ongis Nade pun aku masih mencarinya. Berkelana dari satu toko buku ke toko buku yang lain. Namun hasilnya tetap nihil.

Aku masih tetap mendambanya. Perjuanganku kali ini pun tak sendiri, aku ditemani oleh seorang sahabat. Sahabatku membantuku menemukannya di Pekanbaru, Bintan, Batam (lupa..ada kota yang terlewat disebutkan gak ya..hmm,Semarang masuk jg gak ya,lupa..hihi). Dan hasilnya tak jauh berbeda dengan sebelumnya.

Sampai suatu ketika ada kesempatan aku dan sahabatku akan bertemu di Semarang. Sebelum ke Semarang sahabatku sempat singgah di Jakarta, itu artinya akan ada kesempatan untuk bertemu denganmu. Aku sangat bahagia kala itu.

Namun waktu yang terbatas membuat sahabatku tak bisa bertemu denganmu. Mau tidak mau aku harus menelan kekecewaan yang tak berujung. Waktu itu tujuh bulan sejak pertama aku mengenalmu. Aku melupakan semua tentangmu. Aku patah hati. 


-celotehku belum selesai lo-

Minggu, 25 April 2010

Ketika Mas Salah Menyapa (nada : Marcell)

Salahkah jika Mas Salah ingin menyapa?

Tidakkah sangat egois jika merutuki keramahtamahan Mas Salah..

Ketika mendapat Mas Salah yang pelik, ingatlah saat-saat ketika kita mendapat kebahagiaan..sehingga kita tetap teguh berjuang dan dalam pengharapan..

Ketika bahagia, kita sering merasa layak mendapatkannya, tak pernah kan bertanya pada-Nya, MENGAPA HARUS KITA??

Jadi ketika tengah disapa Mas Salah, selayaknya kita tak pantas jika bertanya pada-Nya, MENGAPA HARUS KITA??

Ingatlah bahwa Tuhan tak pernah salah..pasti ada banyak hikmah di dalamnya ketika Dia mengutus Mas Salah menyapa..

Semoga kita semua selalu menjadi hamba yang sabar dan bersyukur..Amin Allahumma Amin

Hamasah!!Terus berjuang kawan!!


P.S.:
Sekalian numpang promosi..

COMING SOON!!

tak mau kalah heboh dengan Amir Khan, saya hadirkan....

SERIAL EMAK-EMAK IDIOTS