Minggu, 23 Mei 2010

Cooking Contest Part One : Chicken Soup for The Painters's Soul


Libur telah tiba..libur telah tiba..masak-masak!!hore...

Pagi ini kesampean juga niat pengen belajar masak, itung-itung usaha buat jadi anak rumah tangga yang baik..hehe Awalnya pengen masak Sup Ayam, lauknya pake Perkedel n Sarden Goreng Balado, tapi imanku goyah, kayaknya bakal sedikit ribet akhirnya Perkedel-nya diganti tempe aja deh..(nyari yang gampang =p)
tempe goreng vs sarden goreng balado









Selamat makaaaaaaaaaaaaan....

Makan yang lahap ah (rasa nomer sekian, haha) itung-itung menghargai hasil karya sendiri..Wah..kirain bakal cuman dimakan berdua ama ebes, soalnya adek lagi lomba di Surabaya, ternyata ama ebes di suguhin juga buat sarapan pagi tukang-tukang yang lagi benerin rumah..(padahal tadi katanya tar aja dikasih makan siang, jadi rencananya mau aku beliin). haha malu, sopnya kurang asin dikit..(pertanda masih lama dek nikahnya =( wekekek

Abis makan lanjut membanting tulang (kurang kerjaan banget tulang dibanting) nyelesein pesenan sepatu lukis..makanya sup yang ngasih energi, aku kasih nama "Chicken Soup for The Painters's Soul"..maksaaaaaaaa...=)

Sabtu, 22 Mei 2010

"Piaggio Kodok" (vespa kongo vs honda scoopy)

...you may say i'm a dreamer....but i'm not the only one...(imagine)

Selama nafas masih berhembus, pikiranku tak henti-hentinya dipenuhi mimpi begini..mimpi begitu..banyaaaak sekali!! Setiap kali impian-impian itu hidup di sana, membuatku hampir gila memikirkannya..(lebai,hihi)

one of my dreams will come true..yes!!(loncat-loncat..nari-nari..guling-guling..)

setelah sekian lama aku hanya mampu memandang miniaturnya di atas meja kamarku, kini aku akan memilikinya..

satu-persatu inginku berlarian, melesat cepat hingga kata tak sanggup merangkainya..hanya membayangkannya saja aku sudah bahagia..

my vespa ............................................................................................................

Tapi masih bingung nih, abis kemaren dapet rekomendasi (baca:diracuni,hihi) dari temen sesama pencinta. Kabarnya honda juga bakal ngeluarin produk baru matic "scoopy" yang bentuknya asyik juga,mirip-mirip ama vespa kongo..hmmm,tapi feel-nya beda deh..sekali vespa tetep vespa..hidup vespa!!!
scoopy VS kongo

Minggu, 02 Mei 2010

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Sudahkah Anda Menontonnya?? buruuuuan ...

Satu lagi film karya anak negeri yang patut diacungi jempol. Sangat disayangkan bila kita melewatkannya.  Aku benar-benar terpesona dengan film ini. Sarat akan pesan moral. Menggambarkan salah satu sisi negeri "yang unik" ini. Ketika selalu dihadapkan pada suatu keadaan yang membutuhkan suatu kebijaksanaan tingkat tinggi dari pelakunya. Memandang dari sisi-sisi yang berlainan. 

Beberapa adegan membuatku menitikkan air mata. Termasuk adegan pada akhir cerita yang menurutku dibuat sangat special. Begitulah negeri ini, masih "indah" diwarnai berbagai masalah serta hingga kini belum juga kulihat ujungnya..



Resensi Film Betapa Lucunya (Negeri Ini)
-sumber:www.21cineplex.com-

Sejak lulus S1, hampir 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun selalu gagal tetapi Muluk tidak pernah berputus asa

Pertemuan dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkan kepada bosnya bernama Jarot. Muluk kaget karena di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet yang pekerjannya adalah mencopet

Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka

“Usaha yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau merubah profesi mereka. DIbantu dua rekannya yang juga sarjana, Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, budi pekerti dan kewarganegaraan

Berhasilkah mereka mendidik anaka-anak tersebut?

Apa yang terjadi jika orang tua Muluk mengetahui bahwa gaji anaknya dari hasil mencopet?

Jenis Film : Comedy Satire
Produser : Zairin Zain
Produksi : Citra Sinema
Pemain : Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan , Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia 

Sutradara : Deddy Mizwar

Penulis : Musfar Yasin 

HARGA SEBUAH IMPIAN

"Pepatah mengatakan pena lebih ampuh daripada pedang dan gagasan bisa mengubah dunia.Buku ini indah menggambarkan hati, jiwa, dan semangat para penulis. Saya sendiri pernah mengalami banyak kisah yang mengagumkan seperti ini." (Dr. Stephen R. Covey- pengarang The 7 Habits of Highly Effective People)


Chicken Soup for the Writer’s Soul


Perkenalanku dengan buku ini mungkin bisa dikatakan cukup terlambat. Aku baru menemukannya setelah tiga tahun buku ini dicetak untuk pertama kalinya.

Sebelum menceritakan isinya, aku ingin berbagi cerita perjuangan untuk mendapatkan buku ini.

Ketika pertama melihatnya, sekitar setahun yang lalu, di Toko Buku Gramedia Citra Land, aku jatuh hati padanya. Namun kesalahan terbesarku waktu itu adalah aku menunda untuk memilikinya. Namun kusadari dia telah singgah di hati selalu memanggil untuk menjadi bagian hidupku.

Karena waktuku di Jakarta saat itu terbatas, aku tak sempat lagi menemuinya di tempat pertama kali kita bertemu. Aku mulai mencari dia yang lain di Mall Taman Anggrek, Book Fair di Senayan, namun aku tetap tak menemukannya. Sampai tiba waktunya aku harus kembali ke Malang. Bukan berarti kepergianku mengubur semua rasaku padanya. Di Kota Ongis Nade pun aku masih mencarinya. Berkelana dari satu toko buku ke toko buku yang lain. Namun hasilnya tetap nihil.

Aku masih tetap mendambanya. Perjuanganku kali ini pun tak sendiri, aku ditemani oleh seorang sahabat. Sahabatku membantuku menemukannya di Pekanbaru, Bintan, Batam (lupa..ada kota yang terlewat disebutkan gak ya..hmm,Semarang masuk jg gak ya,lupa..hihi). Dan hasilnya tak jauh berbeda dengan sebelumnya.

Sampai suatu ketika ada kesempatan aku dan sahabatku akan bertemu di Semarang. Sebelum ke Semarang sahabatku sempat singgah di Jakarta, itu artinya akan ada kesempatan untuk bertemu denganmu. Aku sangat bahagia kala itu.

Namun waktu yang terbatas membuat sahabatku tak bisa bertemu denganmu. Mau tidak mau aku harus menelan kekecewaan yang tak berujung. Waktu itu tujuh bulan sejak pertama aku mengenalmu. Aku melupakan semua tentangmu. Aku patah hati. 


-celotehku belum selesai lo-

Minggu, 25 April 2010

Ketika Mas Salah Menyapa (nada : Marcell)

Salahkah jika Mas Salah ingin menyapa?

Tidakkah sangat egois jika merutuki keramahtamahan Mas Salah..

Ketika mendapat Mas Salah yang pelik, ingatlah saat-saat ketika kita mendapat kebahagiaan..sehingga kita tetap teguh berjuang dan dalam pengharapan..

Ketika bahagia, kita sering merasa layak mendapatkannya, tak pernah kan bertanya pada-Nya, MENGAPA HARUS KITA??

Jadi ketika tengah disapa Mas Salah, selayaknya kita tak pantas jika bertanya pada-Nya, MENGAPA HARUS KITA??

Ingatlah bahwa Tuhan tak pernah salah..pasti ada banyak hikmah di dalamnya ketika Dia mengutus Mas Salah menyapa..

Semoga kita semua selalu menjadi hamba yang sabar dan bersyukur..Amin Allahumma Amin

Hamasah!!Terus berjuang kawan!!


P.S.:
Sekalian numpang promosi..

COMING SOON!!

tak mau kalah heboh dengan Amir Khan, saya hadirkan....

SERIAL EMAK-EMAK IDIOTS

Kamis, 22 April 2010

Jenengku Khan..

Film dimulai saat seorang anak, Rizwan Khan (Tanay Chheda), seorang muslim yang mengidap sindrom Asperger, hidup bersama ibunya (Zarina Wahab) di wilayah Borivali di Mumbai. Saat ia dewasa (Shahrukh Khan), Rizwan pindah ke San Fransisko dan hidup bersama adik dan iparnya. Selama disana, ia jatuh cinta kepada Mandira : kajol). Mereka menikah dan memulai usaha.

Setelah peristiwa 9/11, Rizwan dan Mandira mulai menghadapi beberapa kesulitan. Dimulai dari sebuah tragedi, mereka berpisah. Ingin kembali memenangkan hati istrinya, Rizwan melewati sejumlah petualangan diberbagai negara bagian di Amerika.


Jenis Film : Drama
Produser : Hiroo Yash Johar, Gauri Khan
Produksi : Fox Searchlight Pictures
Homepage : http://www.mynameiskhanthefilm.com/
Durasi : 161
Pemain : Shahrukh Khan
Kajol
Shabana Azmi
Sonya Jehan
Jimmy Shergill
Sutradara : Karan Johar
Penulis : Shibani Bathija
(Data dari http://21cineplex.com/)


Pada awal cerita aku kurang nyaman dengan beberapa jalan cerita yang menurutku masih cenderung mengarah pada pluralisme. Dalam hidup tak dapat dihindari, toleransi harus selalu di pegang teguh. Di dunia ini hanya ada orang baik dan orang tidak baik. Namun kita harus tetap memperhatikan batasan-batasan mengenai sesuatu yang bersifat sangat principal serta mengenai itu telah diatur secara jelas dalam "kalam-Nya".

Namun di luar semua itu, film ini sangat mengesankan. Mengingatkan kembali kepada kaum muslim , dalam hal ini saya khususkan kepada muslim Indonesia, bagaimana nasib saudara-saudara kita yang ada di luar sana, di tempat-tempat yang jumlah mereka termasuk minoritas. Bahkan ketika jumlah mereka banyak namun tengah mengalami ujian yang teramat berat, seperti saudara-saudara kita di Palestina. Seringkali kita menyia-nyiakan nikmat hidup bebas tak lagi terbelenggu, sehingga tak jarang pula ketahanan umat muslim semakin rapuh.

Pahitnya ketika tengah tersudutkan. Kerasnya perjuangkan mengungkapkan kebenaran.

Salah satu bagian yang membuatku terharu ketika warga berbondong-bondong memberi bantuan ketika terjadi bencana di Georgia. Sangat terasa indahnya kasih sayang antar orang-orang yang saling mencintai atas dasar kemanusiaan.

I'm moslem..I'm not a terrorist!!


Rabu, 21 April 2010

ujian melalui dua tragedi..

Memutuskan untuk melukis di malam hari apalagi setelah seharian menjalankan aktivitas di tempat kerja, bukanlah sebuah keputusan yang salah namun tidak juga sebuah keputusan yang tepat. Berakibat terjadinya tragedi.
No excuse untuk seribu alasan yang mulai bernaung di jiwa. Aku mau maka aku mampu.
Penuh semangat membara aku mulai menyapukan kuas pada kaos pertama.  Sempurna kaos pertama telah berhasil aku selesaikan. Ups..tanganku terkena cat ketika tadi menuangkannya. Bukanlah suatu masalah yang berarti jika hanya menodai tanganku. Namun diri mulai ricuh ketika semua itu masih berlanjut pada episode selanjutnya. Tanpa sengaja tanganku yang ternoda menyentuh bagian bawah kaos. 
Kalem..kalem..aku mencoba menenangkan diriku. bagaimana aku bisa tenang jika kaos tersebut berwarna putih. aku berpikir keras bagaimana cara melenyapkan noda itu. Aku tak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti di masa lalu. Tidak jauh berbeda dengan tragedi barusan, kala itu aku berusaha menghilangkan noda namun yang terjadi malah membuat keadaan semakin buruk. Tidak..tak akan kulakukan lagi hal itu. 
Halooo..aku rasa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk sekedar hanya berpikir keras mengenai apa yang harus dilakukan. Wahai diri, akan jauh lebih berguna jika kau menemukan cara yang cerdas dan tepat kemudian segera melakukan tindakan nyata untuk menaklukkan noda itu.
Cara pertama : gagal..noda hanya berkurang sedikit.
Sementara menunggu ilham untuk menemukan cara ke dua aku tidak mau membuang waktu lagi. segera tanganku menari di kaos yang ke dua. Alhamdulillah  berbekal kehati-hatian yang lebih ekstra belajar dari kejadian pada kaos pertama, lapor..kaos kedua telah terselesaikan dengan lancar . Perlu diketahui aku juga sudah berhasil menaklukkan noda pada kaos pertama.
UPS..kali ini harus kutuliskan memakai huruf besar.. CEROBOH..masih menggunakan huruf besar.. ASTAGFIRULLAH..selayaknya aku sebut menggunakan huruf besar untuk keteledoran yang telah kulakukan. Sebagaian kain kaos KE DUA terlipat dan mengenai cat yang masih basah. Ingin kutuliskan sekali lagi ya KAOS KE DUA sodara. Dua kali melakukan kesalahan yang sama di malam ini.
Tak perlu aku menenangkan diri karena diriku saat ini nampak baik-baik saja. Berbekal dengan cara ke dua yang berhasil menyingkirkan si noda di kaos pertama aku yakin akan memenangkan peperangan kali ini.
Memang tak pantas aku berbangga sebelum benar-benar mencapai kemenangan. Ah..noda itu terletak tepat di bawah lukisan yang masih basah. Tunggu!! Berhenti kataku!! Hah..apa yang telah kau lakukan..kenapa kau tak mau mendengar kata-kataku?! Kau terus saja memanjat dan membuat cat meluber.
Mengakalinya dengan membentuk sebuah pola sudah tidak memungkinkan lagi. Argh..tak bisa kugambarkan betawa hancurnya perasaanku kala itu. Dengan menahan tangis aku mencoba cara ke tiga.
Pemandangan pada detik-detik berikutnya sungguh sangat menyayat hati. Cat meluber kemana-mana, separuh bagian kaos sudah berubah warna menjadi hitam. Sia-sia sudah semua. Aku merasa menjadi makhluk yang sangat tidak berguna.
Tidak..harusnya bukan seperti ini yang terjadi. Bukankah Allah SWT menciptakan semua hal di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Apalagi Ikhtiar yang sesungguhnya adalah ketika kegagalan ada di depan mata namun kita tetap berusaha sebaik mungkin.
Satu..Dua..Tiga..jika kulanjutkan terus membilang mungkin tak terhitung lagi berapa lama waktu yang kujalani. Begitu menyiksa namun dipenuhi harapan.
I call it's miracle..BERHASIL!!
Rupanya Allah SWT ingin mengajarkan sebuah pelajaran yang besar melalui tragedi kecil malam ini. Tangis yang  tertahan menghilang entah ke mana berganti senyum mengembang penuh syukur pada-Nya.